Pages

Selasa, 22 Desember 2015

MASALAH DAN SOLUSI PADA MONITOR

MASALAH DAN SOLUSI PADA  MONITOR

Gambar Tidak Muncul
Jika gambar tidak muncul, masalahnya tidak ada sinyal gambar yang dimunculkan ke monitor. Solusinya periksa sinyal video yang terdapat pada board video adapter CRT, karena komponen ini kemungkinan rusak atau terbakar.

Kabel Heater Pada CRT Terbuka.
Setiap kali CRT dinyalakan, heater akan bekerja. Ketika CRT dimatikan, heater juga ikutan jadi dingin. Perubahan panas yang berulang-ulang dan dalam waktu lama akan membuat heater menjadi terbuka dan panas merembes keluar dari kabel ini.
Solusinya karena kabel heater ini terdiri dari tiga macam (merah, hijau, biru) kita dapat melihat kerusakannya pada warna yang akan muncul. Akan tetapi, kabel ini tidak dapat diganti kecuali anda mengganti tabung katodanya sama selaki. Bila kabel ini rusak, praktis anda harus mengganti monitor anda dengan yang baru.

Satu atau Lebih Warna Tampak Lemah.
Jika satu atau lebih warna tampak lemah, maka masalah ini pada umumnya terjadi karena pada katoda terbentuk lapisan ionik yang menghambat pelepasan elektronmenuju layar. Gejala semacam ini membuat katoda menjadi kurang efektif dalam menembakkan elektron, yang mengakibatkan lemahnya warna pada layar monitor. Gejala ini akan terlihat di mana salah satu warna yang dihasilkan di layar monitor tampak lebih lemah.
Solusinya periksa drive board video CRT anda, apakah ikatan solder pada salah satu tabungnya kendor atau lepas. Solder ikatannya. Bila gambar sudah terlampau buram, satu-satunya kemungkinan adalah mengganti tabungnya. Namun, biasanya kerusakan semacam ini hanya terjadi setelah penggunaan dalam waktu lama.

Fosfor Pada Tabung Katoda Tampak Kusam.
Fosfor merupakan senyawa kimia yang akan memunculkan warna tertentu ketika terkena sinar elektron berenergi tinggi. Pada monitor lama, kita seringkali menjumpai gambar yang tampak kuyu, dengan kontras warna yang bisa diatur maksimal.
Solusinya tidak ada cara lain kecuali mengganti tabung katoda, tetapi umur fosfor bisa dihemat dengan mengatur brightness pada tingkat minimum dan anda bisa memasang screen saver pada layar monitor untuk mengurangi peredaran fosfor yang terlalu lama.

Gambar Tampak Merah atau Biru Kehijauan.
Apabila gambar tampak merah atau biru kehijauan (mendekati cyan), masalahnya adalah terdapat problem pada sirkuit video untuk jalur merah.
Solusinya, pastikan sebelumnya bahwa kontrol setting monitor berada pada kondisi normal. Bila control warna diset pada kondisi baik sementara warna kemerahan tidak juga hilangh, periksalah sirkuit drive video yang tersambung dengan warna merh. Kita memerluan osiloscope untuk melacak sinyal video input dan video output. Bila tidk terdapat sinyal video merah pada amplifier input, periksa sambungan antara monitor dengan board video adapter. Bila koneksi baik, cobalah gunakan monitor lain yang bekerja baik. Bila problem tetap terjadi pada monitor tersebut, gantilah board video adapter pada monitor yang rusak. Kita dapat membandingkan karakteristik sinyal antara monitor yang rusak dengan monitor yang baik lalu menarik kesimpulan, dimana letak masalahnya. Bila anda tidak memiliki alat semacam osiloskop dan tidak terlalu ingin ribet, langsung saja ganti seluruh board video adapternya.

Gambar Tampak Tua Dengan Warna Biru atau Muncul Warna Kekuning-kuningan.
Apabila gambar tampak tua dengan warna biru atau muncul warna kekuning-kuningan, masalahnya adalah sirkuit drive video jalur warna biru rusak.Solusinya sama seperti problem sebelumnya, anda bisa menempuh cara yang sama untuk memeriksa sumber kerusakan. Sebelumnya, kita harus memastikan bahwa setting warna pada monitor berada pada posisi normal.

Gambar Tampak Tua Kehijauan atau Merah Kebiruan.
Jika gambar tampak tua kehijauan atau merah kebiruan (mendekati magenta), masalahnya adalah sirkuit drive jalur warna hijau rusak. Solusinya sama seperti problem sebelumnya, anda bisa menempuh cara yang sama untuk memeriksa sumber kerusakan. Untuk ketiga masaah terakhir, bilamana sinyal video yang diukur bekerja dengan baik, tetapi tetap muncul masalah yang sama, curigai kerusakan pada CRT itu sendiri. Kemungkinan, katoda atau kontrol gridnya yang rusak. Bila anda memiliki alat untuk mengetes CRT, periksa tabungnya apakah masih baik atau memang sudah soak. Bila hasilnya buruk, mau tidak mau anda harus mengganti tabungnya.

Garis Horizontal atau Vertikal Muncul di Tengah Layar.
Apabila garis horizontal atau vertikal muncul di tengah layar, masalahnya terjadi kerusakan pada sirkuit drive horizontal atau vertikal.Solusi untuk praktisnya, anda mengganti board monitor utama. Bila anda sedikit mau bersusah payah, anda perlu untuk memeriksa sirkuit yang menghasilkan sapuan vertikal pada board. Periksa apakah semua kabel terhubung dengan baik. Kadangkala, kerusakan ini disebabkan oleh kabel-kabel yang kendor akibat panas yang berlebihan di dalam sistem monitor.

Gambar Hanya Muncul di Bagian Atas atau Bawah Monitor.
Apabila gambar hanya muncul di bagian atas atau bawah monitor, kemungkinan besar masalahnya ada pada amplifier vertikal
Solusinya, gunakan osiloskop untuk memeriksa amplifier ini. Bila tidak ada alat tersebut, ganti board utama monitor, lalu ketika gambar sudah tersimpan kembali, pastikan untuk memeriksa linearitas vertikal monitor.



Tidak Ada Gambar Maupun Raster.
Apabila tidak ada gambar maupun raster, masalahnya adalah sambungan kabel monitor ke CPU dan video card tidak berfungsi benar, atau sirkuit dalam monitor rusak.
Solusinya pastikan terlebih dahulu bahwa CPU dan video card bekerja baik. Setelah itu, periksa monitor yang rusak lalu cobalah menyalakan brightness dan contrastnya. Mulailah dengan memeriksa sinyal sinkronisasi vertikal dan horizontalnya. Bila tidak ada sinyal, tidak akan muncul raster. Bila sinyal ada, kemungkinan besar masalahnya ada pada sirkuit pengatur voltase tinggi atau drive horizontal tidak bekerja dengan mengatasinya dengan baik. Jika salah satu output dari power supply bermasalah, kita dapat mengatasinya dengan memeriksa rangkaian power supply atau mengganti dengan power supply yang baru.

Karakter yang Muncul di Layar Tidak Sempurna.
Jika karakter yang muncul di layar tidak sempurna, masalahnya monitor terganggu oleh keberadaan peranti lain yang memancarkan gelombang tertentu. Peranti lain itu contohnya radio, televisi, ponsel, atau monitor lain yang memancarkan gelombang elektromagnetis atau menimbulkan medan magnet.
Solusinya jauhkan peralatan yang menimbulkan gangguan. Bila gangguan tetap muncul kemungkinan masalahnyab ada pada monitor kita sendiri. Kemungkinan letak masalahnya ada di drive pengatur vertikal atau horizontal atau keduanya. Bila kecepatan raster yang menyapu layar berubah-ubah, pixel di suatu gambar yang tampak pada layar boleh jadi akan menutup secara bersama-sama, sementara pixel diarea layar yang lain akan muncul terlalu lama. Cobalah memeriksa lineariatas drive vertikal dan horizontalnya.

Tampilan Yang Muncul Tampak Bergelombang.
Jika tampilan yang muncul tampak bergelombang, kemungkinan terbesar sumbernya ada pada power supply.Solusinya, gunakan multimeter untuk memeriksa output dari setiap suplai listrik ke semua komponen. Bila anda sudah menemukan suplai listrik yang bermasalah, perbaiki jalur suplai listrik ke tempat itu atau untuk praktisnya, ganti saja board power supply-nya secara keseluruhan.

Warna Yang Muncul Berubah Ketika Monitor Panas.
Apabila warna yang muncul berubah ketika monitor panas, kemungkinan terbesar ada kerusakan pada sirkuit amplifier video.
Seharusnya, monitor harus memunculkan warna yang sama baik dalam kondisi dingin maupun panas. Matikan monitor dan buka penutupnya, lalu mulai periksa kabel video, terutama kabel yang menghubungkan board raster dengan bagian dalam monitor. Bila koneksinya terlalu longgar, kencangkan. Juga periksalah sambungan antara board video amplifier dengan board raster.


Gambar Makin Menyempit ke Arah Horizontal Ketika Monitor Panas.
Apabila gambar makin menyempit ke arah horizontal ketika monitor panas, masalahnya adalah salah satu sirkuit pengatur sapuan horizontal lemah atau berubah nilainya ketika monitor panas.
Solusinya matikan monitor, laluy periksa semua kapasitor yang beralokasi di sekeliling transistor output horizontal. Seringkali, problem semacam ini sangat sulit untuk dideteksi, karena mendeteksi kapasitor yang rusak sangat sulit dilakukan. Maka, mulailah dari memeriksa sambungan-sambungan solder diantara sirkuit dan kabel-kabel. Jika masalahnya tidak teratasi, yang perlu dilakukan adalah melakukan penyolderan ulang terhadap semua komponen pada transistor dan board raster.

Gambar Melebar ke Arah Horizontal Ketika Monitor Panas.
Jika gambar melebar ke arah horizontal ketika monitor panas, masalahnya sama dengan gambar menyempit horizontal.
Solusinya sama seperti problem gambar menyempit. Bilamana anda tidak ingin memeriksa satu per satu komponen yang bermasalah, anda bisa langsung mengganti board raster dengan yang baru.

Gambar Detail Pada Resolusi Grafis Tinggi Kabur.
Jika gambar detail pada resolusi grafis tinggi kabur, kemungkinan besar sirkuit amplifier videonya soak atau terlalu lemah. Gambar resolusi tinggi memerlukan bandwidth yang tinggi, sehingga amplifier videonya memerlukan variasi respon yang cepat antar pixel. Bila amplifier video lemah, gambar pada resolusi tinggi akan sedikit kabur. Masalah ini akan hilang ketika monitor bekerja pada resolusi rendah.
Solusinya periksa amplifier video yang menghasilkan sinar elektron. Bila terjadi kerusakan, ganti atau perbaiki bagian tersebut saja. Solusi sementaranya, jangan setel monitor pada resolusi terlampau tinggi.

Gambar Yang Muncul Patah-patah dan Tidak Stabil.
Apabila gambar yang muncul patah-patah dan tidak stabil, sirkuit pengatur voltase atau board raster bermasalah.
Solusinya periksa seluruh sirkuit dan sambungan pada board. Ingat bahwa sumber utama penghasil tiga warna utama yang memberikan sajian gambar ketika tidak bekerja secara sempurna ketika bermasalah. Solder ulang seluruh sambungan pada board amplifier video bilamana diperlukan.


PERMASALAHAN PADA SCANNER

PERMASALAHAN PADA SCANNER

1. Tips Scanning
Scanner merupakan satu-satunya alat yang bisa mengubah gambar komik kita dari goresan tangan menjadi data digital yang memungkinkan untuk di-edit melalui komputer. Akan tetapi sebagian komikus masih belum mengetahui seluk beluk piranti komputer ini sehingga mereka langsung saja menggunakannya tanpa mempedulikan hasil yang akan diperoleh. Namun adakalanya gambar hasil scanning tidak memuaskan selera. Gambar pecah-pecah, bercak-bercak, dan warna lebih gelap seringkali mengurangi kualitas gambar komik yang telah kita lukis. Yang pertama-tama menjadi kekhawatiran kita adalah apakah scanner mengalami gangguan atau, lebih buruk lagi, apakah kita telah terjebak dalam permasalahan scanner, dimana hal itu hanya dipahami oleh spesialis seni komputer ulung? Tapi cobalah tenang sedikit. Ingat bahwa scanner hanyalah alat perekam seperti halnya peralatan stereo, kita mungkin harus menyetel bass dan treble agar mndapatkan efek yang diinginkan.
Tips 1 : Tentukan resolusi minimum.
Beberapa desainer grafis mungkin menyarankan kita untuk men-scan pada resolusi 300 dpi sebab resolusi tersebut cukup baik kualitasnya untuk di-print. Agaknya resolusi 300 dpi memang cukup baik untuk dokumentasi warna, namum bagaimana kalau gambar yang kita scan hitam-putih? Patutkah untuk di-scan pada resolusi tersebut? Apakah bukan pemborosan jika melakukan scanning terlalu detail untuk gambar yang sederhana? Ingat bahwa semakin tinggi resolusi maka semakin lama proses scanning-nya. Oleh karena itu kita perlu mengetahui seberapa besar resolusi minimum yang bisa kita terapkan pada suatu gambar tanpa mengurangi kualitasnya. Untuk mengetahui resolusi minimum kita juga harus menentukan ukuran gambar yang kita scan dan ukuran reproduksi yang akan kita cetak nantinya. Rumus resolusi minimum adalah :
Dpi scan = (resolusi printer x ukuran reproduksi)/ukuran asli
Untuk gambar kelabu atau hitam-putih, kondisinya lebih rumit. Sehubungan dengan cara percetakan mengkisikan nilai kelabu menjadi dot, kaidah yang perlu diketahui adalah men-scan gambar asli agar hasil reproduksi yang tercetak memiliki frekuensi kisi antara 1,4 hingga 2 kali. Rumus resolusi minimumnya :
Dpi scan = (screen frequency x ukuran reproduksi x 1,4)/ukuran asli
Screen frequency diukur dalam lpi (lines per inch) dan merupakan setting yang sudah diketahui oleh perusahaan percetakan, jika kamu belum mengetahuinya ambil saja nilai 120 lpi. Nilai 1,4 merupakan “fudge factor” yang menunjukkan resolusi minimum yang dapat memberikan hasil yang dapat diterima pada kebanyakan peralatan output postscript. Kamu boleh saja menaikkan nilai tersebut untuk mendapatkan jaminan kualitas ekstra, tetapi jangan melebihi 2. Faktor yang lebih tinggi hanya akan menghasilkan data tambahan yang tidak dapat digunakan oleh printer yang kemudian akan terbuang percuma (dimana hal itu membuat waktu pencetakan menjadi lebih lama). Scanning pada resolusi yang lebih besar sedikit dari resolusi minimum akan memberikan tambahan keamanan dalam hal dimana kita tanpa diduga sebelumnya perlu memperbesar gambar sedikit.
Tips 2 : Jumlah warna scanning.
Jenjang warna juga berpengaruh terhadap hasil scanning. Faktor ini menjelaskan seberapa jauh scanner menterjemahkan warna dari gambar asli kedalam bentuk data digital. Jika kita men-scan gambar berwarna sebaiknya menggunakan kualitas 32-bit yang telah menjadi standar editing grafis. Sebaliknya untuk gambar hitam-putih kita gunakan jenjang warna grayscale. Antara jenjang warna grayscale juga memliki kualitas berbeda-beda, pilih sesuai dengan karakteristik dari gambar kita. Misalnya untuk gambar outline sederhana kita bisa menggunakan grayscale 1-bit (black and white) sehingga ukuran file gambar yang dihasilkan nantinya tidak terlalu besar.
Tips 3 : Tentukan format file sasaran.
Semua jenis format file memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seperti file BMP yang gambarnya bagus tapi memiliki ukuran file besar, atau JPEG yang ukuran file-nya terkompresi namun gambarnya terkadang terdistorsi. Semua jenis file rasanya cukup baik untuk dijadikan sasaran, namun disarankan untuk jangan menyimpan hasil scan pada format file yang terkompresi sebab gambar tersebut kemungkinan akan “dilucuti” sebagian dengan tujuan untuk memperkecil ukuran file. TIFF dan BMP merupakan salah satu pilihan yang layak walaupun berukuran besar. Namun sebaiknya kita menyimpan hasil scan tersebut pada file yang sejenis dan kompatibel dengan program editing yang akan kita gunakan, misalnya jika kita menggunakan program Photoshop maka kita menggunakan file PSD.
Tips 4 : Scan yang diperlukan saja.
Cara ini cocok digunakan jika ukuran gambar komik yang kita scan lebih kecil daripada luas permukaan perekam scanner, siasanya pada scanner tipe flatbed. Sebab secara default scanner akan men-scan keseluruhan dari permukaan perekam ini sehingga proses sanning cenderung akan lama. Oleh sebab itu kita perlu mengatur scanner agar men-scan halaman komik kita saja, caranya adalah dengan melakukan cropping lewat program yang disertakan oleh scanner tersebut. Tapi ingat, ukuran cropping harus disesuaikan dengan resolusi gambar yang sudah kita tentukan sebelumnya.
2. Mengatasi masalah yang mungkin timbul dari scanner
Sebagai alat elektronik, scanner tak luput dari berbagai masalah teknik. Adakalanya scanner tidak berfungsi dengan baik. Mungkin saja masalah yang ditimbulkan diakibatkan oleh kesalahan pengoperasian sehingga dapat kita perbaiki dengan cara-cara sederhana. Masalah-masalah tersebut antaralain :
  • Gambar hasil scan pecah-pecah :
Mungkin resolusi yang kamu gunakan kurang memadai. Coba untuk men-scan sedikit lebih besar daripada resolusi minimum dan sesuaikan kualitas warnanya (hitam-putih> grayscale, berwarna> 32-bit).
  • Gambar hasil scan kotor dan berbercak :
Mungkin saja permukaan kaca scanner kotor atau berjamur. Lepas kaca tersebut dari scanner dan bersihkan dengan kain lembut dan cairan pembersih kaca.
  • Gambar belang sebelah :
Jika gambar hasil scan memiliki belang berwarna kuning, biru, merah, atau lainnya, bisa jadi disebabkan oleh scanner yang terlalu lama dinyalakan. Lebih baik scanner-nya dimatikan dulu selama beberapa saat sampai dingin, lalu gunakan lagi untuk men-scan.
  • Gambar terlihat besar di layar monitor :
Hal tersebut bukan masalah, sebab ukuran gambar yang ditayangkan oleh layar monitor tergantung dari resolusi tampilannya, sehingga jauh berbeda dengan ukuran gambar sebenarnya dalam bentuk kertas. Gambar asli kamu secara metrik tetap memiliki ukuran yang sama, tidak berubah.
  • Warna gambar asli dengan warna gambar di monitor berbeda :
Sebenarnya warna yang telah dipindai oleh scanner tidak salah. Hal tersebut disebabkan karena perbedaan penampilan warna antara monitor dengan gambar asli. Gambar asli menampilkan warna melalui pematulan cahaya dari media kertas sedangkan monitor menampilkan warna dengan menyorotkan cahaya dari tabung fosfornya ke mata kita. Untuk mengatasi masalah ini kita perlu melakukan kalibrasi terhadap layar monitor yang caranya akan kita bahas nanti.Top of Form
  • Gambar hasil scan terlihat kabur :
Proses scan berjalan dengan lancar dan seolah-olah tidak terjadi masalah pada scanner. Tetapi setelah Anda melihat hasilnya, gambar hasil scan terlihat tidak jelas dan kabur seperti terkena efek blur. Jangan terlalu pusing untuk masalah seperti ini, ada beberapa hal yang dapat Anda ikuti untuk mengembalikan scanner Anda pada posisi normal. Berikut tips yang dapat Anda coba:
  1. Jika gambar terlihat kabur, Anda dapat men-set resolusi display-nya ke High Color (16-bit), selanjutnya biarkan scanner melakukan pemanasan (warming up) selama beberpa menit.
  2. Anda juga harus memperhatikan kebersihan dari Scanner Anda, terutama jika Anda jarang mengguakan Scanner. Karena jika Scanner Anda kotor akan mengakibatkan hasil scanner juga kurang memuaskan, bahkan cenderung mengakibatkan mesin Scanner mudah rusak.
  3. Anda dapat mempergunakan kain yang lembut untuk membersihkan pada bagian kacanya, pastikan membersihkan dengan hati-hati.


Cara Mengatasi Masalah USB Device Not Recognized PADA MODEM

     Bagi para penguna Komputer atau Laptop Mungkin pernah mengalami hal yang baru saja saya alami, muncul Pesan error “USB Device Not Recognized” di Windows XP setiap kali Anda akan menghubungkan Flashdisk, Mouse USB, Keyboard, Modem, Kabel Handphone atau perangkat USBlainnya. Pada kesempatan posting kali ini Saya akan sedikit sharing tentang Solusi dan Cara Mengatasi Masalah USB Device Not Recognized.


    Sebenarnya hal ini terjadi karena ada sedikit gangguan dari Host controller hardware, Attached hubs, Attached devices, USB driver versions, Support for USB 2.0. Device atau Perangkat yang sedang Anda pakai termasuk dalam perangkat yang rawan terhadap perubahan arus listrik dan gangguan listrik statis. Salah satu device yang sering mengalami hal ini adalah USB Flashdisk. Jika ada kebocoran arus sedikit saja dalam casing yang kemudian menjalar ke Flashdisk, bisa jadi menyebabkan Flashdisk mengalami malfungsi. Begitu pula jika tanpa diduga ada pengaruh dari listrik statis pada lingkungan di seputar terminal USB. Faktor lain yang menyebabkan Pesan error USB Device Not Recognized yang kadang muncul di windows XP disebabkan karena adanya terjadikesalahan instalasi driver, yaitu Saat perangkat USB ditancapkan ke komputer (bahkan mungkin saat proses instalasi otomatis) Driver USB tidak terinstall dengan baik dan justru mengakibatkan kerusakan fatal pada driver-driver USB lain.

Dibawah ini ada Beberapa Solusi untuk membantu anda dalam Mengatasi masalah pesan error “USB Device Not Recognized”

1. Gunakan Device Manager untuk melakukan Scan guna menemukan hardware baru atau informasi perubahan hardware. Untuk melakukannya, Klik Start > Run > Ketik “devmgmt.msc” (tanpa tanda kutip). Dari Menu Action, pilih “Scan for Hardware Changes“. Pilihan ini akan mengaktifkan deteksi hardware Windows untuk menemukan perangkat yang baru diinstall. Setelah selesai, tutup semuaDevice Manager dan Control Panel. Perhatikan apakah perangkat USB sudah berhasil terdeteksi.


2. Jika cara diatas belum berhasil, silahkan Disable fasilitas Power Management of the USB Root hub. Untuk melakukannya, ikuti langkah berikut :

  • Klik Start > Run > Ketik “devmgmt.msc” (tanpa tanda kutip yah) dan Klik Ok.
  • Tampilkan semua entri pada bagian Universal Serial Bus Controller, kemudian ikuti langkah berikut untuk setiap USB Root Hub yang tersedia.
  • Klik kanan USB Root Hub > Klik Properties

  • Klik Tab Power Management
  • Hilangkan tanda centang pada pilihan check box “Allow the computer to turn off this device to save power”, klik Ok.

3. Jika dari dua solusi diatas belum bisa menyelesaikan masalah anda, silahkan anda putuskan CPUdari arus listrik apapun selama beberapa saat. Matikan komputer, cabut baterai (untuk laptop), atau mencabut daya listrik (untuk desktop), cabut perangkat USB Anda berikut semua kabel power yang masuk ke CPU dan Monitor. Tunggu 20 sampai 30 menit kemudian hidupkan seperti biasa. Dari sebagian besar kasus, cara ini terbukti ampuh. Namun Terkadang port USB yang longgar dan sudah terdapat Kerusakan pada port USB bisa juga menjadi salah satu penyebab gagalnya deteksi hardwareUSB.

     Menurut saya dari ketiga solusi diatas cara yang Paling ampuh dan mudah dilakukan adalah yangNo.3, Karena dari dua cara yang telah saya lakukan ditas, ternyata belum bisa menyelesaikan masalah Pesan error USB Device Not Recognized yang kadang muncul di windows XP, berbagai cara pun telah Saya lakukan diantaranya seperti scan hardware for changes , Disable fasilitas Power Management of the USB Root hub , Uninstal Unknown Device , Uninstal Driver , Saya pun sampai mencoba melakukan System Restore. Saran dari Saya jika Anda mengalami masalah seperti saya ini, ada baiknya langsung mencoba solusi yang No.3 saja, Tapi tidak ada salahnya juga jika Anda ingin mencoba solusi untuk No 1 dan 2. Harap pastikan juga bahwa port USB di Komputer atau Laptop Anda tidak longgar atau tidak rusak, jika sudah rusak solusi terbaik adalah mengganti port USB dengan yang baru. 
Semoga Artikel ini bermanfaat buat anda yang sedang mengalami masalah “USB Device Not Recognized” seperti saya ini.

Cara install Macromedia Dreamweaver 8

Cara install Macromedia Dreamweaver 8
 
Macromedia Dreamweaver 8 adalah sebuah tools yang biasa digunakan orang untuk membuat website. Tools ini mempunyai banyak fitur bahasa pemrograman website, mulai dari pembuatan kode HTML, PHP, CSS, Java Script, Jquery dan lain-lain.

Bagi kalian yang ingin membangun sebuah website namun terkendala oleh biaya, coba pakai Macromedia Dreamweaver 8 ini saja. Proses pemakaiannya cukup mudah dipahami kok, dan tutorial pembuatan website dengan tools ini pun sudah banyak di Google. Bagi kalian yang ingin mencoba menggunakan tools ini, saya sudah siapkan link downloadnya dibawah ini :

DiPostingan kali ini Aditamablg akan memberikan Tutorial Cara Instal Macromedia Dreamweaver 8..
1. Pertama klik 2 kali pada mentahannya (Dreamweaver 8)
2. Tunggu hingga proses extract file selesai.
3.  Klik Next untuk menginstal.
4. Pada License Agreement pilih / centang pada I accept the terms in the license
agreement dan klik Next.
5. Pada bagian Install Macromedia Dreamweaver 8 under this folder, pastikan tempat untuk
instalasinya berada di C:\Program Files\Macromedia\Dreamweaver 8\. Dan pada bagian
choose the shorcuts to create pastikan tidak ada yang dicentang, lalu klik Next.
6. Pada Default Editor centang semua pilihan yang ada, lalu klik Next.
7. Klik Install untuk memulai penginstalan.
8. Tunggu sampai proses instalasi selesai
9. Penginstallan selesai, hilangkan centang sesuai di gambar, lalu klik Finish.

Cara Menginstall Macromedia Fireworks

Cara Menginstall Macromedia Fireworks


Nah…. Di kesempatan ini okelahtutorial.blogspot.com akan menjelaskan bagaimana menginstal software Macromedia Fireworks  pada computer kita…
Langkah – Langkahnya sebagai berikut:
1.       Langkah pertama yaitu membuka master Macromedia Fireworks  , klik 2 (dua) kali pada SETUPnya, tunggu sebentar, sehingga muncul gambar seperti ini, lalu tekan Next
2.       Pilih “ I accept the ….. “ , lalu tekan Next
3.       Pilih tempat untuk menyimpan file, lalu tekan Next
4.       Klik Next lagi
5.       Klik INSTALL
6.       Tunggulah sebentar
7.       Anda telah berhasil menginstalnya, klik Finish
8.       Buka Macromedia Fireworks  tadi, jika harus masukan serial number masukan lah dengan membuka dimana tempat serial number berada,, selamat mencoba